Selamat dan sukses dengan terpilihnya Didik Hartadi dan Jaya Tri Hartono sebagai Ketua dan Wakil FKJM, semoga FKJM kepengurusan 2017-2018 dapat membawa FKJM menjadi komunitas yang lebih bermanfaat Untuk Informasi & Kerjasama : Tlp/SMS/WA : 0823 2427 2785 II EMAIL : jogjamemotret@gmail.com II PIN BBm : D0830529 II Upload karya fotografi kamu di akun instagram dengan #instafkjm

Thursday, December 29, 2016

Diskusi & Sharing Minggu ke-4 bersama YOMOTO H0

Mini Figur
Dipenghujung tahun 2016, Forum Komunikasi Jogja Memotret menutup kegiatan Sharing dan Diskusi Fotografi Minggu ke-4 dengan mengundang Yo Mo To H0 untuk dapat berdiskusi dan saling berbagi pengalaman fotografi.
Kamis, 24 Desember 2016 menjadi sharing fotografi yang cukup menarik, dimana Yo Mo To H0 membagikan beberapa tips mengenai pemotretan obyek miniatur dengan tema "mini figure photography".

Di awali dengan sejarah singkat mengenai populernya mini figure photography, Setyo Bagus Waskito,M.Sn juga menyampaikan tentang berdirinya beberapa komunitas miniatur figur yang ada di Indonesia dari yang diketahiu awalnya berdiri Komunitas Miniatur Figure Indonesia (KMFI) sejak 20 November 2014. Indonesia Miniature Figure Community (IMFC) 14 Juni 2016 dan YoMoTo H0 menurut menurutnya berdiri pada 17 November 2015 yang berdomisili di Yogyakarta. Grup ini berisikan juga kawan-kawan dari KMFI dan IMFC ada juga kawan dari Semarang hingga Madiun.

Sesi selanjutnya, mas Jay begitu akrab dipanggil (salah satu anggota YoMoTo H0) berbagi tips dan trik memotret mini figur seperti mempelajari karakter dari minifigur itu sendiri, memikirkan konsep, menentukan lokasi dan menghadirkan figur pembanding. Suasana sharing dan diskusi semakin hangat ketika ada sesi memotret miniatur dengan berbagai konsep sederhana  yang telah disiapkan YoMoTo H0.

Sesi Pertama 

Sesi kedua
Penyerahan Piagam


Penyerahan Piagam

Suasana Motret Mini Figur

Foto Bersama

Wednesday, December 21, 2016

BFI Finance PHOTO COMPETITION 2017




PENJELASAN TEMA: 

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru; baik berupa gagasan maupun karya nyata; yang relatif berbeda dengan hal-hal yang telah ada sebelumnya.


Inovasi merupakan perwujudan ide baru (baik secara sederhana maupun kompleks) yang bermanfaat/berfungsimemberikan solusi, variasi atau ciri khas baru dalam menghasilkan suatu produk atau layanan yang lebih baik, lebih cepat dan/atau lebih akurat, berdasarkan trend di masyarakat serta memenuhi tuntutan zaman

SYARAT DAN KETENTUAN TEKNIS LOMBA


1. Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya

2. Foto harus sesuai tema (kreativitas & Inovasi ), karya sendiri (bukan milik orang lain) dan belum pernah dipublikasikan/diikutsertakan pada lomba sejenis

3. Formulir pendaftaran dapat di-download melalui website BFI : www.bfi.co.id 

4. Jenis dan merek kamera yang digunakan bebas, kecuali kamera HP dan smartphone

5. Peserta dapat mengirimkan maksimal 3 (tiga) foto dengan format file JPEG, minimum 2MB dengan resolusi 300 DPI

6. Rekayasa dan olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto  tanpa mengubah keaslian objek

7. Hasil foto tidak diperkenankan mengandung unsur provokatif/sara

8. BFI tidak bertanggung jawab terhadap tuntutan pihak lain atas penggunaan fasilitas, lokasi, model, dan objek lainnya untuk foto yang dikirimkan

9. Foto yang dikirim menjadi milik BFI Sepenuhnya dan BFI berhak melakukan perubahan serta menggunakan hasil karya tersebut tanpa batas waktu

10. BFI berhak mendiskualifikasi peserta lomba sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan

11. Segala informasi dapat dilihat di website www.bfi.co.id. facebook (BFI Finance), Twitter dan instagram

12. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat



SYARAT PENGUMPULAN FOTO :


1. Peserta lomba wajib mengirimkan hasil foto dilengkapi dengan formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap serta softcopy KTP peserta melalui email ke alamat photocompetition.bfi@gmail.com dengan subjek : Nama Lengkap_No KTP_No Telp


2. Batas akhir penerimaan foto : Jumat, 10 Februari 2017, pukul 17.00 WIB



PARTNER :
Books KINOKUNIYA
Forum Komunikasi Jogja Memotret (FKJM)



 TERIMA KASIH

Friday, December 9, 2016

Ketika Makna dan Proses Menjadi Ide Pameran Fotografi "9 bulan 10 hari"

Karya fotografi adalah representasi dari sebuah ide dan gagasan bagi para pemotretnya. Terdapat makna yang terkandung di dalamnya dan sebuah proses dalam perjalanannya sebelum karya fotografi tercipta. Karya fotografi dapat bersifat universal, dimana ada sisi keindahan maupun tersirat pesan yang dapat disisipkan di dalamnya. Pemikiran itulah yang menjadi dasar dari Forum Komunikasi Jogja Memotret (FKJM) untuk mengembangkannya menjadi sebuah ide pameran fotografi.

Jumat, 9 Desember 2016 dijadikan momentum FKJM untuk melahirkan karya fotografinya ke dalam pameran fotografi dengan judul "9 bulan 10 hari" sebuah makna sebuah proses yang dilaksanakan di galeri seni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta 9-11 Desember 2016. Terdapat 50 karya yang dipamerkan dari 15 pameris diantaranya Mirza Adi Prabowo, Didik Hartadi, Syafruddin P, Jaya Tri H, Falen Shauma A, Riko Wibowo, Alga Kusuma, Henra Hidayat, Wildan Maulavi, Ihwan Sadikin, Arif Pangestu, Achmad Alfin, Rahmat B Abdillah, M Yoris Ramadhansyah dan Moh Faiz Mughni.

Rangkaian pembukaan galeri pameran di awali dengan sambutan dari ketua pelaksana pameran fotografi Syafruddin Prawiranegara yang menyampaikan bahwa pameran fotografi ini merupakan pameran yang ke-4 yang telah dilaksanakan oleh FKJM dengan menyelipkan photo sale for charity, yaitu karya pameris dijual dan seluruh hasil penjualan akan disumbangkan sebagai bentuk kepedulian FKJM kepada mereka yang kurang beruntung.

Mirza Adi Prabowo sebagai ketua umum FKJM menyatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan pameran fotografi dapat dijadikan sebagai ajang ekspresi seni secara positif bagi para anggotanya. Terlepas dari segala kekurangan dan kelemahan tetap dan harus diperbaiki dari waktu ke waktu secara konsisten. Mirza menyatakan pameran ini tidak murah dan tidak mudah dalam prosesnya.

Sebagai akademisi dan praktisi fotografi DR Irwandi M,Sn dalam sambutannya menyampaikan bahwa karya fotografi semestinya hasil sebuah proses dan ada makna tersendiri dibalik karya foto yang di buat oleh pemotret. Beliau juga menyampaikan bahwa FKJM mampu berproses baik dalam membangun komunitas maupun membangun sebuah konsep foto.

Sebelum galeri dibuka secara simbolis, Nofria Doni Fitri, M,Sn yang juga sebagai praktisi dan pengajar di Sekolah Tinggi Seni Rupa & Desain Visi Indonesia ( STSRD VISI ) menyampaikan bahwa FKJM berangkat dari nol sampai saat ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah terdapat konsistensi dan loyalitas dari para anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu beliau mengapresiasi FKJM yang selalu konsisten memanfaatkan karya fotografi sebagai media menyampaikan pesan dalam karya fotografinya.

Disela-sela acara Fals Mania 22 Januari dari kota Parakan, Temanggung, Jawa Tengah juga ikut menyemarakkan acara dengan membawakan lagu-lagu bertemakan sosial dari Iwan Fals.


DOKUMENTASI :






















































Thursday, November 24, 2016

Belajar Menggunakan Kamera Lubang Jarum


Pin Hole Cam atau biasa kita dengar dengan sebutan kamera lubang jarum, kamera ini biasanya dibuat dari kaleng, mungkin sangat berbeda dengan kamera di era sekarang yang sudah serba digital, namun sebenarnya prinsip dasar kerja semua kamera sama seperti kamera lubang jarum yakni kamera obscura.

Komunitas Lubang Jarum Jogja (KLJ), kamis 24 November 2016 berbagi pengalaman tentang kamera lubang jarum dan cara membuatnya. Penjelasan tentang kamera lubang jarum seperti bagian inti ada lensa kamera, celah cahaya, ruang film dan hasil karya dari para anggota KLJ dipaparkan dalam diskusi.

Dinamika yang sering dirasakan para pemotret dengan menggunakan kamera lubang jarum seperti cuaca tiba-tiba mendung dan obyek yang terkadang sering tidak terkontrol menjadi kepuasan tersendiri para anggota KLJ.

Briliyan salah satu anggota KLJ menyampaikan beberapa tips memotret dengan kamera lubang jarum seperti, usahakan mencari objek tidak bergerak dan cahaya yang cukup, setelah memotret kita tidak bisa langsung melihat hasil fotonya karena harus melewati proses kamar gelap karena memang media dari kamera lubang jarum masih menggunakan film dimana bila ingin melihat hasil fotonya harus dicuci dengan beberapa larutan seperti developer. pengembang untuk memunculkan gambar, stop bath untuk menghentikan proses pengembangan, cuka, dan fixer untuk pengawet gambar agar tidak luntur pencucian dikamar gelap menggunakan safe light dengan lampu 5 watt. setelah selesai dicuci kemudian dijemur dan masih melewati proses hasil positif karena memang dari kamera lubang jarum gambar yang dihasilkan masih negatif.

Banyak keunikan dan tantangan tersendiri memotret menggunakan kamera lubang jarum dan salah satu keunikan dari KLJ Jogja biasanya yang dilombakan adalah proses kreatif pembuatan kameranya bukan hasil fotonya ungkap Briliyan pembicara dari KLJ Jogja.

Tuesday, November 22, 2016

FKJM di "CREATIVEDAYS#4" Plaza Pasar Ngasem Yogyakarta, 20 November 2016

Forum Komunikasi Jogja Memotret (FKJM) berpartisipasi memeriahkan acara CreativeDays di Plaza Pasar Ngasem Minggu, 20 November 2016. Dalam CreativeDay#4 stand-speak-action tepatnya mengusung tema "Digital Life Enterpreneur". 
Stand FKJM berisi beberapa karya foto dari Jaya, Jalen, Faldy, Rahmat, dan Udin. Selain dapat melihat beberapa karya foto di stand FKJM, pengunjung dapat menyaksikan video profil yang berisi kegiatan kegiatan yang telah dilaksanakan, serta dapat ngobrol santai bertanya-tanya tentang FKJM. Disela-sela acara berlangsung, banyak keseruan karena diberikan kesempatan satu orang naik keatas panggung untuk mewakili setiap komunitasnya bermain game. Wildan dari FKJM naik ke atas panggung untuk mengikuti game melukis di atas kertas tanpa harus melihat kertas, walaupun tidak menang semangat dan kemeriahan acara dapat dirasakan. Selain game setiap komunitas juga diberikan kesempatan tampil dalam talkshow untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para pengunjung yang hadir. Mirza dan Falen mewakili dari FKJM bercerita tentang profil FKJM, kegiatan FKJM dan agenda-agenda yang akan dilaksanakan oleh FKJM.

Setelah talkshow dari beberapa komunitas, pengisi acara mulai mempersiapkan acara hiburan yaitu musik dan dance sampai acara selesai tepat pukul 21.00.
performance 

Dokumentasi :






Thursday, October 27, 2016

Sebuah Foto pada Majalah Travelling

Foto dapat menjelaskan kejadian atau peristiwa disuatu waktu dan tempat tutur mas Amin begitu akrab dipanggil. Beliau adalah seorang salah satu pendiri portal majalah travel online Travelnatic.
Untuk kepentingan sebuah tulisan, menurutnya sebuah foto mampu menjadi partner pada sebuah tulisan agar saling melengkapi satu dengan yang lain dalam satu kesatuan. Foto yang mempunyai deskripsi, teks dan narasilah yang dapat digunakan untuk kepentingan tulisan dalam majalah. Tuturnya, foto tanpa keterangan dapat menyebabkan salah tafsir karena untuk kepentingan penulisan foto merupakan bukti dan gambaran perjalanan.

Dalam acara Sharing & Diskusi Minggu ke-4, Kamis 27 Oktober 2016 ini beliau mengungkapkan bahwa foto sebuah perjalanan tidak dapat berdiri sendiri karena bertindak sebagai rangkaian cerita yang utuh. Imbuhnya, foto disusun berdasarkan kronologi dan tema sebuah topik yang akan diulas.
Informasi lokasi, waktu berperan penting untuk memberikan informasi yang valid pada sebuah foto.

Selain beberapa hal diatas, kualitas teknik foto juga berperan penting seperti komposisi dan teknik fotografi lainnya agar pembaca merasa nyaman menikmati foto dan tulisan. Pemilihan foto yang akan menjadi pendamping sebuah tulisan biasanya ada syarat syarat tertentu dan berbeda-beda setiap majalah, mereka punya style sendiri dalam menampilkannya. Bagaimana foto tersebut sejalan dengan layout yang sudah ditentukan menjadi bahan pertimbangan redaksi dalam memilih sebuah foto.

Diakhir acara, beliau menyampaikan bahwa redaksi akan memilih foto terbaik diantara yang terbaik, menulis adalah melukis dengan kata-kata, melukis adalah menulis dengan warna dan memotret adalah melukis dengan cahaya.